Fashion

Lembah Penentuan (Berbuah) - Bag 7

Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Rasul 15:16-17


Shalom, di bulan Oktober 2017 ini, Tuhan mengajar kita melalui pesan-Nya dalam Yoel 3:14, yaitu LEMBAH PENENTUAN atau LEMBAH KEPUTUSAN berbicara tentang hidup yang menghasilkan buah. Arti dari menghasilkan buah adalah memberikan dampak yang baik. Menghasilkan buah dalam kehidupan bukanlah suatu pilihan melainkan suatu keharusan dan tanggung jawab kita kepada Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus menekankan bahwa kita harus senantiasa menghasilkan buah sepanjang hidup kita. Yoh 15:16-17, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, ..."


Kitab terakhir dalam Alkitab menunjukkan bahwa ada buah dari pohon kehidupan yang berbuah setiap bulan sepanjang tahun. Wahyu 22:1-2, “Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.” Demikian juga kita harus senantiasa menghasilkan buah secara terus menerus untuk menjadi kesaksian yang hidup yang memuliakan nama Tuhan.

 

Bagaimana caranya kita bisa menghasilkan buah yang baik?
Yehezkiel 47:1, “Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu...” Bait Suci adalah diri kita sebagai orang percaya, dan ada air yang keluar dari Bait Suci yang melambangkan Roh Kudus yang bekerja di dalam kita untuk menghasilkan buah itu.
Tuhan Yesus menegaskan tentang hal ini dalam Yoh 7:38-39, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya;...” Artinya seseorang yang tinggal dan dipenuhi oleh Roh Kudus itulah orang yang bisa menghasilkan buah. Ketika seorang mengaku percaya tetapi tidak menghasilkan buah maka orang tersebut tidak hidup dalam Roh Kudus, tidak memberikan kesempatan kepada Roh Kudus untuk bekerja dalam kehidupannya.


Efesus 4:13, “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Ciri seorang Kristen yang dewasa adalah mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Jika seseorang dipenuhi dengan kepenuhan Kristus maka orang itu akan menghasilkan buah yang nyata yang bisa dinikmati oleh semua orang. Jadi ciri seorang yang dewasa rohaninya adalah orang tersebut menghasilkan buah dalam hidupnya.


Kunci untuk menghasilkan buah adalah hidup dalam kasih dan Firman-Nya, hidup dalam kebenaran. Buah Roh Kudus yang tertulis dalam Galatia 5:22-23 dihasilkan dari buah kasih, artinya ketika kita hidup dalam kasih maka kita akan menghasilkan 8 (delapan) “rasa” lainnya dari buah Roh itu. Kasih yang dimaksudkan dalam hal buah Roh ini adalah kasih yang mula-mula, kasih yang menyala-nyala bagi Tuhan dan sesama. Kasih yang mula-mula adalah standar kasih di hadapan Tuhan. Apapun yang kita lakukan menjadi tidak berarti ketika kita meninggalan kasih yang mula-mula ini. Seorang ahli kesehatan yaitu Prof. David Hawkins berpendapat bahwa jika seseorang tidak memiliki getaran cinta mencapai angka 200 maka orang tersebut akan mudah terserang penyakit. Ternyata kasih pun berpengaruh kepada kesehatan jasmani. Kasih yang mula-mula inilah yang membuat kita bisa menghasilkan buah.


Hal yang membuat kita tidak bisa hidup dalam kasih yang mula-mula dan menghasilkan buah adalah kita masih hidup dalam kehidupan yang lama. Salah satu ciri dari kehidupan yang lama adalah kita masih hidup dalam kedagingan dan hawa nafsu seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21 dan juga tidak bisa mengampuni (menyimpan kepahitan). Orang percaya seharusnya menjadi ciptaan baru, hidup dalam kehidupan yang baru dan meninggalkan kehidupan yang lama. 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”


Yesaya 32:15-17, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus dan tinggal dalam kasih yang mula-mula akan hidup dalam kebenaran dan mengalami damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman.


Jadilah umat Tuhan yang hidup dalam kasih dan kebenaran, dipenuhi oleh Roh Kudus dan menghasilkan buah yang menjadi berkat bagi banyak orang dan kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.


Oleh: Pdt. David Tjakra Wisaksana