Prev Next
Image
Warta Sepekan

YESUS DATANG MENGUBAH SEGALANYA

15 APRIL 2018

Orang senang dengan apa yang disebut perubahan. Kata “perubahan” seringkali dipakai oleh calon pemimpin politik dalam masa kampanye. Dan hal ini terbukti dapat mendorong banyak orang untuk memilih calon tersebut. Rupanya masyarakat pada umumnya menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang mereka pilih diharapkan akan membuat atau meng-upayakan perubahan.

 

Highlight

Kata “perubahan” seringkali dipakai oleh calon pemimpin politik dalam masa kampanye.

Kata “perubahan” seringkali dipakai oleh calon pemimpin politik dalam masa kampanye.

Secara pribadi kita juga menginginkan perubahan. Kita ingin menjadi orang yang lebih baik, lebih berguna, lebih kaya, lebih terkenal, lebih bahagia dan lain-lain. Perubahan menurut definisinya adalah hal (keadaan) berubah atau peralihan atau pertukaran. Ketika sesuatu atau seseorang mengalami perubahan maka ada peralihan dari yang lama ke yang baru. Orang yang berubah akan memiliki sifat dan sikap berbeda dari sebelumnya.

Kondisi Yang Lama
Ada seorang yang spesial tinggal di daerah Gerasa. Orang ini dirasuk oleh banyak roh jahat, sehingga menjadi tidak terkendali dan liar. Agar tidak melukai orang lain, maka kerabatnya sering mengikat dan membelenggunya, namun semua tali pengikat dan rantai dapat diputus-kannya.

Orang-orang mengucilkannya karena mereka takut kepadanya, hingga akhirnya ia tinggal di kuburan. Orang tersebut juga memukuli dirinya sendirinya dengan batu. Orang-orang Gerasa pada umumnya tidak mau berhubungan dengannya.

Kalau kita melihat lebih dalam orang yang dirasuk roh jahat itu adalah orang yang sengsara, tanpa pengharapan, tanpa masa depan. Keadaan yang mengenaskan itu juga membuat keluarga menderita. Kondisi orang yang dirasuk roh jahat tidak sama dengan orang yang sakit pada umumnya. Kondisinya sangat sulit ditangani. Semakin lama, keluarga orang tersebut semakin kehilangan pengharapan akan pemulihan. Mereka mungkin berharap bahwa orang tersebut lebih baik meninggal.

Ada berbagai manisfetasi yang dialami orang yang dirasuk roh jahat. Selain menjadi liar, orang-orang yang dirasuk oleh roh jahat dapat menjadi sakit. Ada orang yang dirasuk roh jahat sehingga membuat orang itu menjadi buta, bisu bahkan membuat sakit punggungnya selama bertahun-tahun. Jenis penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara medis karena penyebab-nya bersifat rohaniah. Jawaban atas persoalan itu hanya bisa secara rohaniah.

Orang yang dirasuk roh jahat juga dapat jahat mengakibatkan orang tersebut ber-perilaku jahat. Ada orang-orang tertentu yang melakukan tindakan-tindakan di luar nalar manusia pada umumnya. Tindakan itu melampaui batas kemanusiaan, namun ada juga orang yang melakukannya. Mengapa? Karena mereka dikuasai roh jahat. Orang yang dirasuk roh jahat pada umumnya tidak mau mengenal Tuhan. Roh jahat akan menghalangi mereka untuk mengenal Tuhan. Mereka tidak senang mendengar percakapan tentang Tuhan Yesus. Mereka berusaha menghindari percakapan semacam itu.

Proses Perubahan
Sementara itu di seberang Danau Galilea, Yesus melayani orang banyak, yaitu mengajar Firman dan melayani orang-orang yang sakit yang memerlukan kesembuhan. Setelah melayani, Yesus mengajak murid-muridNya menyeberang ke daerah Gerasa. Yesus meninggalkan orang yang banyak untuk melayani satu orang di daerah Gerasa. Ini mungkin hal yang tidak atau kurang efisien secara manusia. Namun Yesus tidak bertindak berdasarkan efisiensi, melainkan berdasarkan perintah dari Bapa. Dan perintah dari Bapa pasti perintah yang paling tepat.

Setibanya di daerah Gerasa, orang yang dirasuk roh jahat tersebut menemui Yesus. Kemudian Yesus mengusir roh jahat yang menguasai orang tersebut. “Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” (Markus 5:8). Yesus mau menolong orang tersebut lepas dari roh jahat. Cara agar roh jahat itu pergi adalah dengan disuruh pergi. Dan karena yang menyuruh adalah Yesus yang diurapi dengan Roh Kudus dan perintah itu datang dari Bapa, maka roh jahat pasti menurut.

Roh jahat bahkan takut disiksa oleh perkataan yang keluar dari mulut Yesus. “Dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena perkataan Tuhan Yesus mau tidak mau harus dituruti, maka roh jahat hanya bisa memohon. Permohonan mereka adalah agar diijinkan tinggal pada babi-babi yang ada di sekitar situ. Permohonan mereka diijinkan oleh Tuhan Yesus, roh jahat itu keluar sesuai perintah Yesus dan memasuki babi-babi tersebut. Babi yang dirasuk jahat menjadi liar, mereka berlarian ke danau, tersebur dan mati di sana.

Menjadi Ciptaan Baru
Orang yang dibebaskan dari roh jahat menjadi sembuh. Orang-orang kampung melihatnya sudah sembuh, berpakaian pantas dan duduk di dekat Tuhan Yesus. Oleh pertolongan Tuhan Yesus, orang itu menjadi normal kembali. Tuhan Yesus datang dan mengusir roh jahat yang merasuk ke dalam orang tersebut. Dalam beberapa kesempatan dimana ada orang-orang yang dirasuk setan, Tuhan Yesus mengusir setan tersebut agar keluar dari hidup seseorang.
Apakah di Gerasa ada orang yang sanggup melakukan apa yang Yesus lakukan? Jawaban-nya tidak ada! Tidak ada orang yang dapat melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Mereka mungkin orang-orang yang memiliki agama, namun kuasa roh jahat hanya bisa diatasi kuasa yang lebih tinggi, yaitu kuasa Roh Kudus. Yesus diurapi oleh Roh Kudus yang memiliki kuasa. Kuasa Roh Kudus inilah yang bekerja mengusir kuasa roh jahat.

Orang yang mengalami kesembuhan dari sakitnya tersebut, pada hakekatnya mengalami kelepasan. Ketika kelepasan terjadi, otomatis dia terbebas dari segala manifestasi roh jahat. Dia mengalami pemulihan di dalam Yesus. Yang lama, yang dirasuk roh jahat dengan segala manisfestasinya sudah berlalu. Yang baru, yang berasal dari sorga sudah datang.

Orang yang sudah disembuhkan itu memiliki kerinduan untuk mengikuti Yesus dalam perjalanannya. Namun Yesus menjawab, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Markus 5:19). Yesus memberikan perintah agar orang itu mem-beritakan kepada orang lain mengenai kasih dan kuasa Tuhan atasnya.

Pelajaran yang besar bagi kita adalah kita perlu melakukan apa yang Tuhan Firmankan. Seringkali kita melakukan apa yang mau bukan apa yang Tuhan perintahkan. Yesus me-merintahkan agar orang tersebut pulang dan menceritakan kuasa Tuhan. “Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.” (Markus 5:20). Orang itu pun melakukan apa yang diperintahkan dan hasilnya luar biasa, di luar pemikiran siapapun. Orang tersebut menjadi saksi Yesus yang sangat efektif. Dia memberitakan mengenai kasih dan kuasa Allah yang menyembuhkan di daerah Dekapolis. Daerah Dekapolis adalah daerah yang sangat luas, meliputi sepuluh kota. Dan orang-orang di kota itu menjadi heran, ketika mendengar cerita bahwa orang itu mengalami pemulihan.

Orang yang menderita karena roh jahat dapat dipulihkan dan menjadi ciptaan baru. Dan dia akan menjadi saksi Tuhan yang sangat baik. Kota demi kota mendengar tentang Tuhan Yesus. Apakah Tuhan masih bekerja sampai sekarang? Jawabannya adalah “iya.” Tuhan bekerja untuk memulihkan banyak orang yang menderita karena berbagai sebab. Tuhan memakai hamba-hamba-Nya untuk melakukan pekerjaan yang ajaib. Yang melakukan bukan orang tersebut, melainkan kuasa Roh Kudus. Undang Tuhan untuk memulihkan dan meng-ubah kita menjadi ciptaan baru. Amin. (RD)