Prev Next
Image
Warta Sepekan

Kerajaan Allah Yang Memulihkan

12 AGUSTUS 2018

Kerajaan Allah ialah Allah yang menyatakan diri-Nya dengan penuh kuasa dalam semua karya-Nya. Kerajaan Allah yang terdiri dari kuasa Allah ini tentu tidak akan hadir dengan sendirinya, tetapi hadir karena peranan orang-orang percaya yang senantiasa mencari-Nya dengan hati yang haus dan lapar dalam kehidupan mereka sendiri maupun dalam persekutuan orang percaya.

 

“Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.”(1 Korintus 4:20)

Tuhan Yesus mengajarkan orang percaya dalam Doa Bapa Kami untuk berdoa; “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”. Allah ingin membaharui dunia yang sudah “rusak” sebagai akibat dari kejatuhan manusia dalam dosa, sehingga di dalam dunia sekarang ini telah terjadi banyak ketidakbenaran di semua aspek kehidupan manusia. Tetapi firman Tuhan menjamin apabila kuasa Allah hadir di hidup orang percaya, maka kebenaran yang akan memerintah dalam hati manusia.

Seperti yang ditulis di Yesaya 32:15-18, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran.

 

Dimana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman”

Nubuatan-nubuatan Yesaya sekalipun mengenai penghukuman tetapi tidak pernah tanpa disertai oleh harapan pemulihan, karena ciri khas nubuatannya adalah mengenai tema keselamatan. Sesungguhnya, kebenaran dan berkat akan terjadi apabila Roh Kudus dicurahkan atas orang-orang percaya yang merindukan-Nya dan Roh Kudus akan bekerja, memerintah di dalam hati mereka.

Tuhan Yesus mengatakan di Matius 11:12, bahwa Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga hanya dapat direbut oleh orang yang kuat, yang sungguh-sungguh mau melepaskan diri dari perbuatan dosa kepada Kristus dan firman-Nya. Kerajaan Allah bukanlah untuk mereka yang tidak memiliki kelaparan rohani; yang jarang berdoa, memuji, menyembah Tuhan, atau yang hidupnya masih kompromi dengan dunia dan melanggar firman Allah. Orang percaya harus berdoa dan berupaya untuk menghadirkan manifestasi rohani dari Kerajaan Allah di dunia sekarang ini dan juga pernyataan Kerajaan Allah di antara umat-Nya agar dapat menghancurkan pekerjaan iblis, menyembuhkan orang sakit, menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang, dan menyatakan kebenaran dalam kehidupan orang percaya. Oleh sebab itu peranan orang-orang percaya menjadi sangat penting di hari-hari terakhir ini untuk menghadirkan Kerajaan Allah sehingga transformasi terjadi di dalam kehidupan orang percaya maupun di bangsa kita.

Apa yang harus dilakukan orang-orang percaya untuk dapat menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidupnya?
Percakapan Tuhan Yesus dengan seorang ahli Taurat di Markus 12:28-34, “Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hokum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus”.

Sikap hati orang percaya yang dapat menghadirkan Kerajaan Allah di hidupnya ialah:

Mengasihi Tuhan

Tuhan mau semua orang percaya yang sudah menerima keselamatan-Nya mengasihi-Nya dengan setia, kasih ini menuntut sikap hati yang menghormati dan menghargai Tuhan sehingga orang percaya sungguh-sungguh merindukan persekutuan dengan-Nya, menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dengan setia untuk menjadikan kebenaran firman Tuhan sebagai standar hidupnya, dan berusaha dengan segenap kekuatannya untuk menuruti kehendak-Nya.

Mengasihi Sesama
Orang percaya dituntut untuk mengasihi semua orang tidak hanya dengan orang seiman termasuk juga orang yang memusuhi mereka. Kasih orang percaya kepada sesama harus didasarkan oleh standar firman Tuhan, oleh karena itu ketika menyatakan kasih kepada sesamanya, orang percaya tidak boleh berkompromi mengenai kekudusan Allah, kehendak-Nya dan standar-Nya sebagaimana yang tertulis dalam firman Tuhan.

Kerajaan Allah yang terdiri dari kuasa akan dinyatakan ketika Roh Kudus dicurahkan, dan terjadi transformasi. Maka seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya:

“Dimana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.” (Yesaya 32:17)

Hari-hari ini kita sedang menantikan penggenapan janji Tuhan yaitu: pencurahan Roh Kudus yang dahsyat, janji Tuhan ini akan tergenapi apabila kita semua orang-orang percaya memiliki kelaparan rohani, hidup sesuai dengan kehendak-Nya dengan mengasihi Tuhan dan sesama. Maka Roh Kudus akan dicurahkan dengan dahsyat dan Dia memerintah sebagai raja dalam hidup kita, sehingga Trasformasi terjadi. (JM)

“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.” (Yesaya 44:3)