Prev Next
Image
Warta Sepekan

Kepalsuan Enyahlah!

4 Maret 2018

““Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul,tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.”Wahyu 2:2

Dalam Wahyu 2:2 ini Tuhan berkata bahwa jemaat di Efesus tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat. Pertanyaannya adalah: siapakah yang dimaksud dengan orang-orang jahat ini? Dengan membandingkan Wahyu 2:2 dan Wahyu 2:6 yang berkata “Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci...” maka kita dapat mengerti bahwa yang dimaksud dengan orang-orang jahat ini bukanlah orang jahat biasa yang sering melakukan tindakan kriminal yang melawan hukum.

 

Highlight

Orang-orang jahat adalah mereka yang mengaku dirinya rasul, pengajar atau hamba Tuhan tetapi ternyata berdusta dan membawa pengajaran sesat atau pengajaran palsu ke jemaat Tuhan.

2 Korintus 11:4 “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”

Dalam Wahyu 2:14-15 tertulis dua nama yang disebut sebagai orang yang mengajarkan kesesatan yaitu Bileam dan Nikolaus yang dikenal dengan ajaran memakan persembahan berhala dan perbuatan zinah (percabulan). Jadi yang dimaksud dengan orang-orang jahat adalah mereka yang mengaku dirinya rasul, pengajar atau hamba Tuhan tetapi ternyata berdusta dan membawa pengajaran sesat atau pengajaran palsu ke dalam kumpulan jemaat Tuhan yang bisa mengancam keselamatan jemaat.Beberapa sikap jemaat di Efesus terhadap pengajaran palsu/sesat yang Tuhan puji adalah: 1. Jemaat Efesus Tidak Dapat Sabar Terhadap Orang-orang Jahat Tuhan Yesus memuji sikap jemaat Efesus yang tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat yang membawa pengajaran palsu yang menyesatkan.

Ini sama dengan peringatan yang diberikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus dalam 2 Korintus 11:4 “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.”

Jemaat Efesus berhasil membuktikan kepalsuan dari ajaran-ajaran yang dibawa oleh rasul-rasul palsu dan menjaga kemurnian doktrin mereka. Gereja harus mengajar jemaatnya tentang doktrin yang benar dan Alkitabiah untuk membuat jemaat mengerti kebenaran Firman Tuhan dan teguh berpegang kepada kebenaran itu sehingga iman mereka tidak mudah digoyahkan.

2. Jemaat Efesus Telah Mencobai Mereka Yang Menyebut Dirinya Rasul Seorang rasul dianggap sebagai pemimpin jemaat yang dipilih oleh Tuhan dan sangat dihormati oleh jemaat. Rasul biasanya membawa pemberitaan Injil atau pengajaran kebenaran Firman Tuhan yang disertai dengan kuasa dan mujizat.

Kata mencobai berasal dari bahasa Yunani ¹ειράζω (peirazō) yang mengandung pengertian menguji seseorang untuk memastikan kualitas, jalan pikiran dan sikapnya. Juga menguji integritas, kebaikan, karakter dan keteguhan iman seseorang terhadap godaan dosa.

Jemaat Efesus tidak mudah percaya dan terkesima dengan hamba-hamba Tuhan yang mengaku dirinya rasul dan juga tidak mudah menerima pengajaran yang disampaikan tanpa mengujinya terlebih dulu. Seperti yang tertulis dalam

1 Yohanes 4:1 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Ketika mereka telah mengetahui kebenarannya, bahwa orang-orang yang menyebut dirinya rasul ternyata adalah seorang pendusta maka mereka akan berkonfrontasi dengan orang tersebut dan menolak kehadiran dan pengajaran orang tersebut agar jemaat terhindar dari kesesatan.

3. Jemaat Efesus Tetap Sabar Dan Rela Menderita karena Nama Tuhan Dan Tidak Mengenal Lelah Jemaat Efesus melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan berani menderita karena nama Tuhan dan karena pelayanan itu sendiri. Banyak tantangan dan serangan dari si jahat yang harus dihadapi yang mungkin melelahkan baik secara fisik maupun secara batin, tetapi tidak demikian dengan jemaat Efesus.

Ketekunan ini juga ditunjukkan terhadap serangan-serangan rasul-rasul palsu yang membawa penyesatan. Mereka tidak pernah menyerah dan berani menderita untuk tetap menegakkan kebenaran Firman Tuhan dalam kehidupan jemaat. Hal ini menjadi salah satu hal yang dipuji oleh Tuhan Yesus.

4. Jemaat Efesus Membenci Segala Perbuatan Pengikut Nikolaus yang Juga Dibenci oleh Tuhan Pengikut Nikolaus seringkali disebutkan memiliki pemahaman bahwa percabulan tidak akan mempengaruhi keselamatan seseorang, padahal 1 Korintus 6:9-10 mencatat “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Jelas sekali rasul Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa orang cabul tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah; artinya orang yang hidup dalam percabulan terus menerus dan tidak pernah bertobat dengan sungguh-sungguh akan kehilangan keselamat-annya.

Jelas bahwa kita harus bersikap tegas untuk mengajarkan dan terus hidup dalam pengajaran Firman Tuhan yang benar dan juga tegas menolak pengajaran yang terbukti menyesatkan dan membahayakan keselamatan kita dengan terus menerus tanpa mengenal lelah sebagai pola hidup dalam mengerjakan keselamatan kita.

Kita harus melakukan apa yang disukai oleh Tuhan dan membenci apa yang dibenci oleh Tuhan ketika hal itu berhubungan langsung dengan keselamatan kita. Demikianlah juga ketegasan sikap kita terhadap pengajaran palsu yang membawa kepada kebinasaan harus dilakukan untuk menjaga kawanan domba Allah dari serangan serigala-serigala. Amin. (BM)